Tuesday, 9 July 2013

Puasa dan Bulan Ramadhan



Jika kita mendengar kata Ramadhan dan Puasa sekilas kita akan terbesit dipikiran kita bahwa kedua kata tersebut merupakan kata yang ada dalam agama Islam, yang dimana agama ini menganut sebuah kitab yang disebut Al-Qur’an Al-Kareem sebagai pedoman hidup bagi penganutnya.
Arti  dari kata Qur’an yang berarti “bacaan” yang berasal dari kata qara’ã. Didalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” dalam surat Al-Qiyåmah:17-18 yang berarti:
“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggapan Kami. Maka dari itu jika Kami telah membacanya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”
Sehingga dipakai kata “Qur’an” untuk Al-Qur’an yang dikenal sekarang ini. Adapun definisi Al-Qur’an ialah: “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diwahyukan kepada Nabiallah Muhammad SAW dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.”
Didalam Al-Qur’an inilah terdapat sebuah sebuah ayat yang mengharuskan dan menjelaskan umat Islam berpuasa saat bulan Ramadhan yang tersurat dalam surat Al-Baqarah:183-188
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,
184. Puasa bulan Ramadhan ini hanya dalam beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam berpergian (kemudia ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu: memberi makan kepada seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hari menjalankan kebijakan berupa memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih bai bagimu jika kamu mengetahui.
185.Bulan Ramadhan, adalah bulan yang didalamnya diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai antara yang haq (baik) dan yang bathil (buruk). Karena itu, barangsiapa yang mengetahui jika bulan Ramadhan telah datang, maka hendaklah kamu berpuasa, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan  (lalu ia berbuka), maka diwajibkan baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkanna itu pada hari-hari yang lainnya. Allah SWT menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas segala nikmat dan petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad SAW) tentang Aku (Allah SWT), maka jawablah bahwa Tuhan Allah SWT adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
187.Dihalalkan bagimu pada malam hari di bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu, karena merekalah pakaian bagimu, dan kamupun pakaian baginya. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga malam datang, namun janganlah kamu campuri mereka itu saat kamu beri’tikaf (berada dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah (Tawakkal)). Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekati atau melanggar larangannya. Demiianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.
188.Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kalian dengan cara yang bathil (buruk) dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan yang berbuat dosa, padahal kamu mengetahui. [eng vers: Don’t use your property among yourselves in illegal ways and then deliberately bribe the rules with your property so that you may wrongly acquire the property of others.]
Dari ayat-ayat diataslah kita sebagai manusia bisa menjadi sosok manusia yang lebih baik dan lebih sempurna dari sebelumnya karena hidup kita telah jelas diatur bagaimana seharusnya kita hidup. Di bulan Suci Ramadhan ini lah kita bisa self controlling, sehingga kita bisa menjadi manusia yang teguh iman yang dapat diibaratkan selayaknya Pohon Oak. Pohon ini memiliki batang yang kokoh dan daun yang rindang, teguh dan memiliki kesan melindungi (dari mengikuti tuntunan Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWt sebagai pelindung kita). Keberedaannya diibaratkan juga sebagai oase di tengah padang gurun pasir yang tandus karena mampu melindungi manusia dari dehidrasi dan Pohon Oak ini juga (ibarat Al-Qur’an) dapat melindungi dari sengatan sinar matahari yang terik.
Pohon Oak ini tak peduli akan kerasnya hantaman angin. Karena ia didukung oleh daya tahan akar yang kuat (Allah SWT). Karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menuntun umat manusia setelah Nabiallah Muhammad SAW yang paling sempurna diantara yang lainnya, yang mampu membuat manusia tersebut menjadi manusia yang berarti dan memiliki kepribadian yang kuat dan tangguh untuk hidup sesuai di Jalan Allah SWT.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Edit by Danny Abdullah. Powered by Blogger.

Sila klik Nuffnang